Month: April 2016

MENJAGA KEIKHLASAN

Kedudukan kita sebagai hamba Allah ﷻ mengaharuskan kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah ﷻ, bagaimana tidak, Allah ﷻ telah banyak sekali memberikan kenikmatan-kenikmatan kepada kita semua, kaki yang kita gunakan untuk berjalan, tangan yang kita gunakan untuk bergandengan, mata untuk melihat, itu diantara kenimatan2 yang Allah ﷻberikan kepada kita dan masih banyak lagi kenikmatan2 lainnya, yang sejatinya kita tidak akan sanggup untuk menghitung jumlahnya, karena Allah ﷻ telah berfirman : “dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” Maka dari itu bentuk konsekuensi yang karena kita telah diberi kenikmatan yang sangat luar biasa oleh Allah, ialah mengharuskan kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah ﷻ. Dan salah bentuk rasa syukur kita kepada Allah adalah dengan melakukan ketaatan2 kepada-Nya. Kaum muslimin rahimakumullahu Dan dalam pelaksanaan ketaatan, maka salah satu syarat yang harus kita penuhi adalah menjalani ketaatan tersebut dengan sepenuhnya ikhlas, karena Allah ﷻ. Ikhlas adalah sebuah kata singkat yang sudah tidak asing lagi di telinga kaum muslimin. Sebuah kata yang sangat sarat akan makna. Sebuah kata yang apabila terhilang dari dada-dada kita, maka akan fatal akibatnya, baik di dunia maupun di akhirat. Itulah ikhlas. Lalu, apa yang dimaksud dengan ikhlas? Ya, ikhlas itu adalah ketika kita menjadikan niat dalam melakukan suatu amalan hanyalah karena Allah semata, kita melakukannya bukan karena selain Allah, bukan karena riya (ingin dilihat manusia)...

Read More

PESANTREN PUNYA KUANTITAS DAN KUALITAS

      Dunia Pesantren mulai berkembang saat ini baik dari sisi kuantitas maupun kualitas buktinya banyak diminati dan di cari oleh masyarak umum bahkan yang backgroundnya bukan keluarga relegi bukan pula kyai juga tertarik masuk di dunia pesantren, statment masyarakat yang positif untuk dunia pesantren juga mulai menjamur. Ini di kuatkan dengan beberapa pendidikan yang sudah menggunakan model pembelajaran IT (Integral) baik SD, SMP, dan SMA dan banyak di gandrumi oleh masyarakat luas karena mereka tau output dari sekolah yang berbasis integral.    Pesantren memiliki karakteristik tersendiri karena sekolah ini mengambungkan antara dua kurikulum, kurikulum Dinas/Kemenag dan kurikulum pesantren. Kurikulum pesantren tidak dimiliki oleh sekolah lain, pesantren secara penjadwalan yang super padat membuat anak-anak menjadi militan dan kualitas tinggi mulai dari bangun tidur sampai mau tidur mereka di program ala pesantren, belum lagi KBM (kegiatab belajar mengajar) di jam formal yang memadukan kurikulum terpadu.      Karakteristik pesantren bisa di lihat outputnya yang memiliki sikap dan akhlaq serta budi pekerti yang tinggi di ikuti dengan sifat kejujuran dan tidak ketinggalan di ajang perlombaan baik yang sifatnya internal maupun external juga tidak kala dengan sekolah pada umumnya baik dalam bidang Sains dan yang tak kala adalah dalam bidang keagamaan.    Semakin luas serta menyebarnya pesantren di dunia akademik akan membuat kemaslahatan dan kebaikan yang menyeluruh di tambah lagi dengan banyak orang-orang yang mengenal tentang agama bisa lewat dunia pendidikan...

Read More

TABAYYUN DALAM MENYEBARKAN BERITA

Tabayyun adalah meneliti berita dengan cermat, dengan pelan-pelan, dengan lembut, tidak  tergesa-gesa menghukumi perkara dan tidak meremehkan urusan, sehingga menghasilkan  keputusan yang jelas dan benar (Fathhul Qadir : 5/80)1 Sebagai seorang muslim kita diperintahkan untuk berhati-hati dalam menerima suatu berita atau  informasi. Dengan kemudahan akses informasi seperti hari ini, maka proteksi terhadap kevalidan  semakin longgar. Siapa saja, dimana saja dapat menerima dan meny ebarkan informasi. Bayangkan jika informasi yang tersebar tersebut buruk, maka secepat itupula keburukan tersebar.  Dalam realitas media social kita saksikan bersama bahwa ketimbang informasi yang baik, lebih  banyak berita yang buruk atau terdapat banyak kesia-siaan. Maka, sebaiknya jikalau seseorang  tidak mampu memproteksi dirinya dari risiko dunia maya maka jauhkan diri dan cari kesibukan  yang lebih bermanfaat.  Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,   «مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ» “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak  bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318 dan yang lainnya) Jikalau memang, media social yang ibarat dua mata pisau tidak dapat kita kendalikan, maka  berhati-hatilah karena dapat mencelakakan diri kita sendiri dan juga kaum muslimin. Perhatikan  apa yang kita sampaikan. Apa yang kita katakan. Apa pula yang kita informasikan kepada orang  lain.  Allah Taala berfirman dalam QS.Al-Ahzab : 70-71   فَوْزًا فَازَ فَقَدْ وَرَسُولَهُ اللَّهَ يُطِعِ وَمَن ۗ ذُنُوبَكُمْ لَكُمْ وَيَغْفِرْ أَعْمَالَكُمْ لَكُمْ سَدِيدًايُصْلِحْ قَوْلًا وَقُولُوا اللَّهَ...

Read More