Home / AGAMA / SEJATINYA KITA MUSAFIR
Seminar Nasional Abu Umair

SEJATINYA KITA MUSAFIR

Paradigma yang harus dibangun untuk memahami hakikat kehidupan, bukan hanya dari sisi materi dan kebutuhan manusia terhadap dunia saja. Tetapi pahamilah kehidupan akherat menjadi haajatun massa(kebutuhan yang fundamental) karena dia akan menjadikan seseorang senang dan bahagia serta bisa menentukan kenikmatan yang hakiki.

Bukankah dalam kehidupan dunia, kita di istilakan Nabi seperti orang yang hanya sekedar mampir, singgah dan sebagai seorang musafir. Begitu cepatnya kehidupan ini seperti halnya perjalanan dalam sebuah Hadis nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallammenjelaskan;

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِـمَنْكِبَـيَّ فَقَالَ:كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ.وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ:إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ،وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ 

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematian.” [1]

Dalam Hadis yang mulia ini Nabi mengisyaratkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah ibarat musafir, dia akan cepat kehilangan apa yang dia miliki. Dan akan segera berpindah ke tempat yang abadi, tempat yang memberikan jaminan kebaikka dan Kekal abadi selama lamanya, itulah kehidupan yang telah di gariskan oleh Allah ta’ala dalam surah al- ‘alaa : 17,

Allah ta’ala berfirman;

‏وَالاَخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىَ

Dan sungguh kehidupan akherat adalah kehidupan yang lebih baik dan kekal.[2]

وَلَلاَخِرَةُ خَيْرٌ لّكَ مِنَ الاُولَىَ

Sungguh akherat itu lebih baik Bagimu (wahai Muhammad) daripada kehidupan dunia.[3]

Demikian pula Allah gambarkan kehidupan manusia hanya berisikan permainan, bersendagurau, dan berbangga-banggaan, Allah tegaskan dalam dalam surat al- Hadid,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”[4]

Dalam kehidupan ini kita butuh bekal terbaik untuk mendapatkan kenikmatan yang dijanjikan Allah, menyiapkan bekal untuk menyambut kehidupan akherat adalah sebuah keharusan. Hari akhirat, hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna, hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia, hari yang pada waktu itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata dengan penuh penyesalan.

يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

“Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Qs. Al Fajr: 24)

Maka seharusnya setiap muslim yang mementingkan keselamatan dirinya benar-benar memberikan perhatian besar dalam mempersiapkan diri dan mengumpulkan bekal untuk menghadapi hari yang kekal abadi ini. Karena pada hakikatnya, hari inilah masa depan dan hari esok manusia yang sesungguhnya, yang kedatangan hari tersebut sangat cepat seiring dengan cepat berlalunya usia manusia. Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [5]

Dalam menafsirkan ayat di atas Imam Qotadah rohimahullahberkata: “Senantiasa tuhanmu (Allah) mendekatkan (waktu terjadinya) hari kiamat, sampai-sampai Dia menjadikannya seperti besok.” [6]

Oleh : Ust. Abu Umair, BA., S. Pd. I., M. Pd.

======================================

[1]HR. Shohi Bukhori, bab Ar-Riqooq No. 6416

[2]QS.  Al – A’la ayat 17

[3]QS. Ad-Dhuha ayat 2

[4]QS. Al – Hadid : 20

[5]Qs. Al Hasyr: 18

[6]Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Ighaatsatul Lahfan (hal. 152 – Mawaaridul Amaan). Beliau (Abu Qatadah) adalah Qotadah bin Di’aamah As Saduusi Al Bashri (wafat setelah tahun 110 H), imam besar dari kalangan tabi’in yang sangat terpercaya dan kuat dalam meriwayatkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (lihat kitab Taqriibut Tahdziib, hal. 409)

About abuumair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

RESEP DALAM MENJAGA WAKTU

Sebelum membaca pembahasan bagaimana resep dalam menjaga waktu, perlu ...