Home / AKIDAH / KESYIRIKAN DOSA YANG PALING MENAKUTKAN
Seminar Nasional Abu Umair

KESYIRIKAN DOSA YANG PALING MENAKUTKAN

Terdapat sebuah perbuatan dosa yang sangat mengerikan. Jauh lebih mengerikan dari tindak kriminal seperti pembunuhan. Perbuatan dosa itu bisa menghapus seluruh amal kebaikan pelakunya dan menyebabkan pelakunya kekal di neraka. Ketahuilah bahwa perbuatan itu adalah syirik!

Akan tetapi, sebenarnya syirik itu apa?

Secara istilah syar’i, syirik berarti menjadikan tandingan atau sekutu bagi Allah Ta’ala dalam perkara yang menjadi kekhususan-Nya.

Sebelumnya, perlu kami sampaikan bahwa pembahasan syirik di sini lebih fokus pada syirik besar, yaitu kesyirikan yang menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Ini berbeda dengan syirik kecil yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Dalam Al-Quran, terdapat banyak ayat yang menunjukkan betapa bahayanya kesyirikan itu. Insyaallah kami akan menyebutkan beberapa di antaranya.

Yang pertama, kesyirikan merupakan kezaliman yang sangat besar, bahkan yang terbesar. Allah Ta’ala berfirman dalam surah Luqman,

… إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“… sesungguhnya kesyirikan adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman: 13).

Yang kedua, perbuatan syirik bisa menghapus seluruh amal kebaikan pelakunya. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

Yang ketiga, dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah jika pelakunya tidak bertobat sebelum meninggal. Ini terdapat dalam firman Allah pada surah An-Nisa,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya…” (QS. An Nisa’: 48).

Yang keempat, pelaku kesyirikan yang tidak bertobat diharamkan dari surga. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72).

Dari beberapa ayat itu saja, kita sudah bisa merasakan betapa mengerikannya kesyirikan itu. Satu buah kesyirikan saja, akan menjadi sangat berbahaya jika seseorang tidak bertobat darinya. Satu buah kesyirikan yang dibawa mati itu bisa menghilangkan seluruh amalan di timbangan kebaikan seseorang. Satu buah kesyirikan itu juga tidak akan diampuni dan menjadi pemberat di timbangan keburukan seseorang. Satu buah kesyirikan itu juga menjadikan pelakunya kekal di neraka. Pantaslah jika syirik disebut sebagai kezaliman yang terbesar.

Syirik yang merupakan kezaliman yang terbesar ini, ternyata memiliki berbagai macam bentuk. Ini tentu membuat syirik menjadi lebih berbahaya lagi.

Syirik meliputi segala bentuk ibadah yang ditujukan pada selain Allah. Syirik bukan hanya ketika menyembah pada berhala. Berdoa dan memohon pada orang sholeh juga bisa menjadi syirik. Itu karena berdoa termasuk dalam ibadah yang seharusnya hanya ditujukan pada Allah semata.

Terkadang, kesyirikan juga bisa menjadi sangat samar, terutama ketika dalam bentuk keyakinan. Bisa jadi seseorang rajin shalat, tetapi dia meyakini bahwa laut selatan itu dikuasai oleh Nyi Roro Kidul. Itu jelas merupakan sebuah kesyirikan. Keyakinan itu atau yang semacamnya bisa membuat seluruh amal kebaikan seseorang menjadi sia-sia dan membuatnya kekal di neraka. Wal ‘iyadzu billah

Semua bahaya syirik itu tentu membuat kita takut. Bahkan, kita memang wajib takut dengan kesyirikan sebagaimana para nabi pun takut denngannya. Bagaimana pun juga, rasa takut di dalam hati saja tidaklah cukup. Jika kita mengaku takut pada kesyirikan, kita perlu melakukan berbagai hal agar bisa jauh dari kesyirikan.

Yang pertama, kita perlu mempelajari kesyirikan dan berbagai macam bentuknya. Seseorang tidak akan bisa sepenuhnya menjauhi syirik, jika dia tidak tahu apa itu syirik dan bentuk-bentuknya.

Yang kedua, kita perlu terus mengevaluasi diri kita. Sejak baligh sampai sekarang, apakah ada kesyirikan yang pernah kita lakukan. Jika kita pernah melakukannya, hendaklah kita segera bertobat karena dosa syirik tidak akan diampuni tanpa tobat.

Yang terakhir, hendaklah kita selalu berdoa kepada Yang Maha Membolak-balikan Hati agar hati kita senantiasa jauh dari kesyirikan. Sesungguhnya, tidak ada yang bisa melindungi diri kita dari kesyirikan, kecuali Dia Yang Maha Melindungi.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Dengan mengenal berbagai bahaya syirik, semoga timbul dalam diri kita rasa takut akan kesyirikan. Dengan rasa takut itu, semoga kita bisa lebih bersemangat dalam mempelajari dan menjauhinya. Semoga Allah Ta’ala menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan.

 

Abu Umair. BA., M. Pd.

About abuumair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

SIFAT PASANGAN YANG TERBAIK

Sifat yang sangat melekat dalam diri seorang muslim yang ...