Home / ARTIKEL POPULER / MENGENAL SEBELUM MENIKAH
Seminar Nasional Abu Umair

MENGENAL SEBELUM MENIKAH

Saling mengenal satu dengan yang lain adalah perkara urgen dalam membangun bahtera rumah tangga, karena itu akan menghadirkan rasa ridho dan ikhlas dalam menjalaninya. Kalau istilah syariat disebut dengan ta’aruf (saling mengenal).[1]

Dalam sebuah hadits ketika Al-Mughiroh bin Syu’bah rodiyallahu anhu hendak melamar seorang wanita, maka Nabi Shallallahu alaihi wasallammemerintahkan untuk melihat terlebih dahulu seraya beliau bersabda,

انظُرْ إليها؛ فإنَّه أحرى أن يُؤدَمَ بينكما

“Lihatlah dia, karena akan lebih melanggengkan hubungan kasih sayang kalian berdua”[2]

Mengenal di sini juga berlaku bagi wanita yang hendak menikah, ta’aruf memiliki hak yang sama karena dengan melihat akan membuat tenang dalam memutuskan perkara pernikahandengan baik. Karena thobi’i (naluri) manusia menyukai sesuatu yang indah dalam penglihatan mata, sebagaimana ketika seseorang membeli sesuatu, seperti buahan-buahan maka dia akan memilih yang terbaik sesuai selera penglihatan. Mengenal lebih dekat dalam pandangan Islam sangat penting dan harus terjadi keridhoan antara dua pihak. Nabi ketika hendak menikah dengan bunda Aisyah rodiyallahu anha, maka beliau diperlihatkan dalam mimpi, sebagaimana dalam sebuah hadits;

أُرِيتُكِ فِى الْمَنَامِ ثَلاَثَ لَيَالٍ جَاءَنِى بِكِ الْمَلَكُ فِى سَرَقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ فَيَقُولُ هَذِهِ امْرَأَتُكَ. فَأَكْشِفُ عَنْ وَجْهِكِ فَإِذَا أَنْتِ هِىَ فَأَقُولُ إِنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ يُمْضِهِ

Kamu diperlihatkan kepadaku dalam mimpi selama tiga malam. Seorang malaikat datang membawamu kepadaku dengan tutup sepotong sutera.” Malaikat itu berkata, “Inilah isterimu!” Kemudian aku buka cadar wajahmu dan ternyata ia itu adalah kamu. Akupun, ‘Jika mimpi ini berasal dan Allah, niscaya Dia akan mewujudkannya.”[3]

     Dalam Hadis yang lain nabi Muhammad shollahu alaihi wasallam, juga pernah menjelaskan tentang seorang yang mau menikah, maka beliau perintahkan untuk melihat calon wanitanya,

عن أبي هُريرةَ رَضِيَ اللَّه عنه قال:كنتُ عند النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، فأتاه رجلٌ فأخبَرَه أنَّه تزوَّجَ امرأةً مِن الأنصارِ، فقال له رسولُ اللَّه صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: أنظَرْتَ إليها؟ قال: لا. قال: فاذهَبْ فانظُرْ إليها؛ فإنَّ في أعيُنِ الأنصارِ شَيئًا

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu dulu aku pernah bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wasallamdan datang kepada ya seorang laki laki dan dia mengkabarkan ingin menikahi salah satu wanita Anshar, kemudian RosulullahShallallahu alaihi wasallamberkata kepadanya, apakah kamu telah melihatnya? maka dia menjawab; belum. Maka beliau Shallallahu alaihi wasallambersabda lihatlah karena mata wanita Anshar ada sesuatu.[4]

Maka, dari beberapa hadits di atas, ada sebuah isyarat yang jelas bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallammemerintahkan untuk melihat (mengenal) calon pasangan yang sering disebut dengan istilah ta’aruf. Saling mengenal akan muncul rasa ridho di antara kedua belah pihak yang kemudian muncul ketenangan kepada diri mereka.

Menjadi sebuah catatan penting ketika berbicara masalah ta’aruf atau perkenalan banyak orang yang mengartikan pacaran jadi salah satu diantara jalan perkenalan untuk saling mengenal lebih dalam pada udah Islam semua perkara yang mendekatkan kepada zina adalah perkara yang diharamkan sebagaimana Allah Ta’ala berfirman;

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zinah karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.[5]

Imam As-Sa’di dalam tafsirnya, At_Taisir, menjelaskan: Dan larangan mendekati zina itu lebih mengena (ablagh) daripada larangan hanya perbuatan zina itu sendiri, karena yang demikian itu mencakup larangan terhadap seluruh awalan-awalannya, dan faktor-faktor yang menyebabkan zina. Karena “siapa yang menggembala sekitar daerah larangan maka dia hampir jatuh ke dalamnya”, terutama masalah ini, yang dalam banyak jiwa adalah alasan paling kuat untuk itu.

     Termasuk di dalamnya adalah masalah pacaran banyak orang yang kemudian menghalalkan cara untuk melakukan pacaran dengan beralasan dalam proses perkenalan apa saya ini adalah perkara yang tidak dibenarkan oleh syariat karena perkara tersebut mengantarkan pelakunya ke dalam perbuatan yang lebih hina dan lebih buruk.

            Maka Kenalilah calon pasangan kalian sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Al-Quran dan Assunnah, tidak ada kebaikan yang bisa kita ambil melainkan mengikuti petunjuk dari Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

 

Oleh : Ust. Abu Umair, BA., M. Pd.
Latar Belakang Penulis, klik.

_____________________

[1]Bagi para pembaca bisa membaca karya penulis dengan judul judul ta’aruf dalam perspektif Islam.

[2]HR Turmudzi 1087, An-Nasa’I 3235, Ahmad 18137, dan dishohikan syaikh Al-Albani dalam silsilah shohihah1/198.

[3]HR. Bukhari 3895 & Muslim 6436HR. Bukhori dalam bab tazawwajah Nabi shollahu alaihi wassalam Aisyah 3/1415. No. Hadits 3672. dan Muslim dalam bab fadlu Aisyah rodiyallahu anha 4/1889. No. hadits 2437.

[4]HR. Muslim 1224

[5]QS. Al-isro’ ayat 32.

About abuumair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

ANCAMAN TEKNOLOGI MODERN

Seiring pertumbuhan dan perkembangan teknologi yang begitu pesat dalam ...