Home / ARTIKEL POPULER / SIFAT PASANGAN YANG TERBAIK
Seminar Nasional Abu Umair

SIFAT PASANGAN YANG TERBAIK

Sifat yang sangat melekat dalam diri seorang muslim yang menjadi kewajiban dalam melangsungkan bahtera rumah tangga yang ideal, kebanyakan orang saat ini tidak menjadikan sikap ridho dan qona’ah menjadi pilar utama dalam menjalin hubungan. Jika bicara kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallammaka beliau adalah orang bisa dibilang kekurangan, padahal beliau adalah orang terbaik yang ada di umat ini, dan kita ikuti perbuatan dan ucapanya. Dalam sebuah hadits dari bunda Aisyahrodiyallahu anha,beliau menceritakan;

ما شبع آلُ محمدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ من خبزِ شعيرٍ ، يومَين مُتتابِعَينِ ، حتى قُبِضَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ

“Keluarga Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti gandum dalam dua hari, sampai beliau wafat”[1]

Dari Malik bin Dinar radhiallahu’anhu, beliau mengatakan:

مَا شَبِعَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ خُبْزٍ قَطُّ وَلاَ لَحْمٍ إِلاَّ عَلَى ضَفَفٍ

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti atau kenyang karena makan daging, kecuali jika sedang menjamu tamu (maka beliau makan sampai kenyang)”[2]

Biasanya sekali dalam dua atau tiga hari beliau dan keluarga baru merasakan kenyang. Itu pun sekedar makan roti gandum, makanan yang sangat sederhana. Aisyah radhiallahu’anha mengatakan:

ما شبِعَ آلُ محمدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم من خُبزِ بُرٍّ مَأدومٍ ثلاثةَ أيامٍ حتى لحِقَ باللهِ

“Keluarga Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti gandum yang diberi idam (semacam kuah) dalam tiga hari, sampai ia bertemu dengan Allah (wafat)”.[3]

Muhammad bin Jarir bin Yazid At-Thobari,[4]beliau berkata kondisi yang terdapat dalam hadits di atas bukan berarti selalu sempit dan kekurangan, tapi karena sifat beliau yang selalu mendahulukan orang lain dan membenci perut yang kenyang.[5]

Jika benar-benar kita meneladani Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallampasti kita akan jumpai bagaimana beliau dan keluarganya memiliki sifat qona’ah dan ridho, dalam sebuah kisah, sebagaimana dikisahkan oleh Abdullah bin Abbas radiyallahu anhu, beliau berkata : “Bahwa Rasullah Shallallahu alaihi wasallampernah bermalam berhari-hari dan di rumah beliau tidak dijumpai makan malam, melainkan hanya beberapa potong roti dan gandum.”[6]

Masih banyak kisah bagaimana Nabi dan keluarganya dalam mengawali bahtera rumah tangga dengan adanya sifat qona’ah dan ridho akan menjadi kehidupan menjadi kehidupan yang selalu dalam kebaikan dan ketenangan. Hanya manusia pilihan yang bisa menjadikan ujian dan cobaan menjadi ladang amal yang besar dan bisa dipetik nanti di hari kiamat. Dan ini juga sebuah gambaran pasangan yang baik, khususnya adalah seorang istri karena kebanyakan dari mereka suka berkeluh kesah dengan keadaan rumah tangganya.

Pentingnya bagi seorang pasangan untuk membuka wawasan dan pengetahuan tentang Agamanya karena kebahagian tidak bisa diperoleh dengan kekayaan. Berapa banyak orang yang kaya harta melimpah, tapi kehidupan sengsara dan tidak tenang, dan berapa banyak orang yang hidupnya kekurangan mereka merasakan kebahagian dan ketenangan. Maka lihatlah dan ambil ibroh dari kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallamdan keluarganya ketika menjalani bahtera rumah tangga. Dan Rasullah Shallallahu alaihi wasallamtelah memberikan kabar gembira bagi siapa saja yang menjadikan qona’ah dan ridho sebagai roda perjalanan dalam rumah tangga, dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallambersabda; dari Fadhola bin Ubaid rodiyallahu anhu[7]bahwa beliau mendengar Nabi Shallallahu alaihi wasallamberkata; sungguh beruntung orang yang mendapatkan hidayah masuk Islam dan dia tercukupi (materi)nya.”[8]

Nabi juga menjelaskan bahwa orang yang kaya adalah kaya jiwa, dan ini puncak dari kekayaan yang tak terbatas dan tidak sirna dimakan waktu dan zaman, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallambersabda Artinya, “tidak orang yang itu dengan banyak harta, tetapi orang yang kaya adalah kaya jiwa,”[9]

Jika pasangan memiliki dua roda dalam menjalani bahtera rumah tangga maka kehidupannya akan mendapatkan ketenangan dan kebahagian, karena bahagia itu ada dalam jiwa bukan dalam harta dan materi.[10]

Nikmat yang besar Allah berikan kepada kita adalah nikmat Qona’ah dan nikmat ridho, menjalani kehidupan rumah tangga membutuhkan ilmu dan pengetahuan serta membiasakan dengan selalu bersyukur menerima terhadap semua yang telah Allah ta’ala berikan kepada kita. Jika rumah tangga dibangun dengan qona’ah dan ridho, maka akan ada nilai kebaikan serta menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah yang menjadi harapan dan dambaan semua pasangan suami istri.

 

Penulis : Ust. Abu Umair, BA., M. Pd.
Latar Belakang Penulis, klik.

Baca Pembahasan sebelumnya >>> Klik : MENGENAL SEBELUM MENIKAH

______________________________

[1](HR. Bukhari no. 6454, Muslim no. 2970).

[2](HR. Tirmidzi dalam Asy Syamail no. 70, dishahihkan Al Albani dalam Mukhtashar Asy-Syama’il Al-Muhammadiyah no. 109)

[3](HR. Bukhari no. 5423, Muslim no. 2970)

[4]Beliau adalah sejarawan sekaligus juga ahli tafsir, lahir di Bagdad dan meninggal di Bagdad, kitab yang paling popular dalam karya beliau adalah Akhbar rusul wal muluuk al ma’ruf “tarikhutthobari”, wa jami’ul bayani fii tafsiril qur’an.

[5]Fathul baary 11/292.

[6]HR. Turmudzi dalam kitabutzuhud 4/850. No. Hadits 2360. Dan ibnu Maajah dalam kitabul at’imah 2/1111.

[7]Beliau adalah Fudhail bin Ubaid bin Abi Muhammad Al-Anshori, sahabat yang mulya. Masuk islam sejak awal tapi tidak ikut perang badar, tapi beliau mendapatkan syahid di medan Uhud. dan beliau diperintahkan Muawiyah untuk memimpin Damaskus. Lebih lengkap tentang kisah beliau silakan lihat al-Ishobah 0/371.

[8]HR. Turmudzi dalam kitaburriqooq 4/576. No. Hadits 2349.

[9]HR. Bukhori dalam kitaburriqoq bab al-ghina ghina nafs 5/6081.

[10]Al-Hadyu An-nabawi fii binaai alaqootizzaujiyah hal, 192. Karya DR. Muhammad Audhol Khobas.

About abuumair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

MENGENAL SEBELUM MENIKAH

Saling mengenal satu dengan yang lain adalah perkara urgen ...