Home / AGAMA / KALIMAT TAUHID PUSAT PERADABAN

KALIMAT TAUHID PUSAT PERADABAN

Islam adalah agama yang sangat luas. Saking luasnya, apabila kita mempelajari Islam maka tidak akan pernah ada habisnya. Kita mengenal di sana ada ilmu aqidah yang mencakup tauhid di dalamnya, akhlak, fiqh, faraidh, mu’amalah, sirah, dakwah, dan sebagainya. Lalu, bagaimana cara kita sebagai orang awam dalam memulai belajar agama Islam. Ilmu manakah yang harus kita pelajari terlebih dahulu karena salah dalam belajar akan berujung kepada akibat yang fatal. Ada yang belajarnya hanya terfokus kepada perbaikan akhlak kepada manusia semata namun mereka lupa bahwa ada akhlak kepada Allah ta’ala yang harus diperhatikan. Ada yang memulai dengan ilmu fikih saja sehingga ia dapati di sana banyak perbedaan pendapat di kalangan ulama sehingga menggelisahkan hatinya.

Oleh karena itu untuk memahami Islam ada pintunya. Ada pintu yang apabila kita masuki pintu tersebut akan terbukalah ilmu-ilmu Islam dan akan memudahkan kita dalam belajar ilmu-ilmu Islam lainnya. Ketahuilah Pintu yang harus kita lalui adalah tauhid. Dengan belajar tauhid yang benar maka Allah akan mudahkan kita dalam belajar ilmu-ilmu Islam yang lainnya karena tauhid telah mengakar kuat dalam sanubari kita. Mari kita simak hadits berikut ini

عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا »

Dari Jundub bin ‘Abdillah, ia berkata, kami dahulu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’an hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an. (HR. Ibnu Majah, no. 61. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)[1]

Dari hadits tersebut maka jelaslah bahwa para sahabat mempelajari Iman terlebih dahulu. Dan iman yang pertama adalah Iman kepada Allah.

Berikut akan kami uraikan pentingnya belajar tauhid. Ada beberapa poin uraian singkat mengapa kita harus belajar tauhid.

 

Pertama, Tauhid Adalah Tujuan Allah Menciptakan Jin dan Manusia.

Dalam ayat disebutkan,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56). Kata para ulama, maksud beribadah kepada Allah adalah mentauhidkan Allah, berarti hanya beribadah kepada Allah semata, tidak boleh Allah disekutukan. Salah satu tafsirnya mengatakan bahwa ibadah itu ada yang bermanfaat dan ada yang tidak bermanfaat. Orang-orang musyrik mengenal Allah namun tidak bermanfaat karena mereka masih menyekutukan Allah atau berbuat syirik. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 78)[2]

Oleh karena itu kita harus menjadikan setiap ibadah kita semata-mata hanya untuk Allah ta’ala saja dan tidak boleh mempersembahkan ibadah kepada selain Allah. Allah ta’ala berfirman.

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (QS. Az-Zumar: 3)

Oleh karenanya hendaknya kita mempelajari tauhid dengan benar dalam rangka mengamalkan apa yang Allah perintahkan.

Kedua, Mengikhlaskan Agama dan Ketatan Kepada Allah Ta’ala

adalah pokok pertama dari agama ini[3]. Ini adalah inti tauhid yang dengannya lah Allah mengutus para nabi dan rasul-Nya. Dengan tauhidlah, para rasul mendengungkan seruan jihad serta tauhidlah yang para nabi dan rasul ajarkan kepada ummatnya. Allah ta’ala berfirman

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”” (QS. An-Nahl: 36)

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ  وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” QS. Al-Baqarah: 5

Ada banyak ayat-ayat lainnya yang menjelaskan pentingnya tauhid dalam hidup kita maka hendaklah seorang penuntut ilmu bersungguh-sungguh dalam belajar tauhid dan para da’i hendaknya mengupayakan perbaikan ummat dengan bertitik tolak dari tauhid. Syaikh Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani -hafidzahullah- dalam kitab Sittu Durar min Ushulil Ahlil Atsar mengatakan bahwa gerakan dakwah yang mengupayakan perbaikan ummat namun tidak bertolak dari perbaikan tauhid maka dakwahnya akan mengalami penyelewengan dan penyimpangan sesuai dengan kejauhannya dari pokok yang sangat penting ini. Contohnya banyak orang menghabiskan waktunya untuk belajar dan berdakwah tentang bab mu’amalah kepada sesama manusia akan tetapi mu’amalah mereka kepada Al-Khaliq menyimpang dari petunjuk para salafus shalih. Ada pula yang mengupayakan perbaikan ummat manusia melalui jalur politik dan kekuasaan namun mereka tidak memfokuskan tauhid sebagai titik perbaikan masyarakat.

Tauhid adalah yang pertama dan terutama untuk dipelajari karena ia merupakan hak Allah ta’ala. Bukankah mengesakan Allah adalah hal yang sepatutnya kita utamakan dibandingkan hal yang lainnya? Sudahkah kita bercermin, seberapa dalamkah kita mengenal Allah ta’ala yang nama-nama-Nya selalu kita sebutkan setiap shalat kita?

Demikianlah yang dapat kami sampaikan pada khotbah yang pertama. Insya allah akan kami lanjutkan pembahasannya pada khotbah kedua.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمِ

اَلْحَمُدِ للهِ حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَاركَاً فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ وَنَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،

 

Bersambung . . .

 

Penyusun;

Adyan Surya Atmaja

Muroja’ah

Ust. Abu Umair, BA., S. Pd. I., M. Pd.

_________________________________________________________________________

[1] Hadits tersebut dikutip dari: https://rumaysho.com/13351-belajar-mana-dulu-jelas-akidah-dulu.html

[2] Disarikan dari https://rumaysho.com/18082-tsalatsatul-ushul-pentingnya-belajar-tauhid.html

[3] Lihat kitab Sittu Durar min Ushulil Ahlil Atsar

About abuumair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

WANITA YANG KEHILANGAN NIKMATNYA BERIBADAH SETELAH MENIKAH

Ada seorang wanita bertanya kepada seorang syaikh : “Wahai ...