Home / AKIDAH / SYIRIK PENYEBAB BENCANA
Seminar Nasional Abu Umair

SYIRIK PENYEBAB BENCANA

          Akhir- akhir ini kita dapati banyak sekali bencana menimpa negeri ini, Mulai dari bencana kerusakan moral, bencana gempa, banjir, tanah longsor, maupun tsunami. Manusia mengira bahwa bencana yang selama ini menimpa mereka itu hanyalah gejala alam biasa, bencana yang terjadi karena alam sudah tua. Sebagai orang islam, kita harus berkeyakinan bahwa tidaklah setiap segala sesuatu yang terjadi, itu adalah atas kehendak Allah Ta’ala. Baik itu untuk keadaan yang baik maupun yang buruk. Allah Ta’ala berfirman :

 وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ 

Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).(QS. Asyura : 30)

            Ayat diatas menerangkan bahwasanya segala musibah yang datang itu disebabkan oleh perbuatan- perbuatan dosa yang dilakukan manusia. Meskipun kadang Allah juga memberi musibah kepada hamba- hambanya yang shaleh, bertujuan untuk menguji keimanan mereka dan menaikan derajat mereka, atau mengurangi dosa- dosa mereka agar kelak di akhirat mereka sudah tidak memiliki dosa, karena telah disegerakan di dunia hukamnnya.

            Bila kita membaca sejarah manusia- manusia terdahulu, umat- umat yang diadzab langsung oleh Allah, mereka adalah suatu kaum yang melakukan dosa- dosa besar, berupa syirik kepada Allah Ta’ala. Mereka semua menolak dakwah yang diserukan oleh para Nabi dan Rasul yang diutus pada mereka.

            Dakwah para Nabi dan Rasul adalah dakwah tauhid, meskipun syariatnya berbeda- beda. Dan siapa yang menolak dakwah para Rasul, otomatis mereka menilak dakwah tauhid. Sementara lawan dari tauhid adalah syirik.

            Hanya saja terkadang yang tersebar di masyarakat, kaum terdahulu diazdab oleh Allah berupa bencana yang sangat mengerikan disebabkan mereka mempunya moral yang bejat. Sebutlah misalnya kaum Nabi Luth yang telah melakukan perbuatan menjijikan, dimana laki- laki menyalurkan syahwatnya kepada laki- laki. Wanita menyalurkan syahwatnya kepada wanita, sementara mereka hidup berdampingan antara laki- laki dan wanita.

            Masyarakat awam menilai bahwa kaum Nabi Luth diadzab karena melakukan amalan menjijikan tersebut. Atau sebutlah kaum Nabi Nuh, yang diadzab dengan banjir bandang. Masyrakat awam tahunya adalah kaum Nabi Nuh hanya melakukan hal-hal jahat terhadap murid- murid Nabi Nuh dan kapalnya, karena itu Allah Adzab mereka dengan Banjir Bandang.

            Padahal sejatinya, kemaksiatan mereka yang paling besar adalah menolak dakwah para Rasul, yang mana sama saja mereka menolak dakwah tauhid. Dengan hal itu, otomatis mereka terjatuh pada kesyirikan. Karena tidaklah seseorang menolak dakwah para Rasul, melainkan mereka hanya tidak ingin kesyirikan mereka di ganggu.

            Allah Ta’ala berfirman :

 وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَى حَتَّى يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَى إِلا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ

Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kelaliman.(QS. Al Qashah : 59)

Diantara kelaliman yang paling buruk adalah syirik, yaitu beribadah dengan menyekutukan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :

 

 إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.(QS. An Nisa: 48)

Allah Ta’ala juga berfirman :

 لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ 

Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.(QS. Az Zumar: 65)

Dua ayat diatas menerangkan bahwasanya dosa paling besar adalah dosa syirik, bahkans syirik dapat menghapuskan segala amal solehnya. Namun sayangnya, kebanyakan umat islam di Indonesia tidak tahu apa itu syirik. Yang lebih mengenaskan lagi, bahwa banyak diantara mereka ternyata jatuh pada kesyirikan, mengamalakan kesyirikan- kesyirikan tersebut baik secara sadar maupun tidak sadar.

Allah Ta’ala berfirman :

 وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ ۝ ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلائِفَ فِي الأرْضِ مِنْ بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ 

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kelaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. ۝ Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat”. (QS. Yunus :13-14)

Diantara kesyirikan/kemaksiatan yang biasa terjadi dimasyarakat dan itu dapat mengekuarkan mereka dari agama islam adalah :

  1. Beribadah kepada selain Allah, baik itu berdoa, menyembelih, berkeyakinan terhadap adanya penghuni di suatu benda yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak bala.
  2. Menjadikan makhluk ghaib sebagai perantara antara dirinya dengan Allah, baik itu malaikat, jin, arwah leluhur maupun arwah orang- orang saleh memnurut mereka.
  3. Tidak mengkafirkan orang- orang kafir, atau meragukan kekafiran sorang – orang selain islam, atau mengganp bahwa semua agama sama.
  4. Mengakui bahwa hukum atau undang- undang yang dibuat manusia sama saja atau bahkan lebih baik dan lebih berguna dibanding hukum yang ditetapkan Allah dalam qur’an maupun hadits Nabi.
  5. Benci atau marah terhadap salah satu ajaran islam.
  6. Mengolok – olok , mengejek ajaran islam meskipun dengan niatan bercanda.
  7. Melakukan atau ridha terhadap sihir, baik sihir pemikat, pemisah, pengumpul kekayaan, maupun sihir pembunuhan.
  8. Membantu orang- orang kafir yang menyerang umat islam.
  9. Berkeyakinan bahwa adanya manusia yang boleh untuk keluar dari syariat islam, karena menganggap sudah tinggi derajatnya. Mereka menyangka bahwa khidzir itu tidak disuruh mengikuti syariat Nabi Musa dikarenakan derajatnya sudah tinggi.
  10. Berpaling dari belajar dan mengamlakan ajaran islam. Siapa saja yang tidak mempelajari ajaran islam , otomatis mereka tidak bisa mengamalkan agama islam. Barangsiapa yang tidak mengamalkan agama islam otomatis mereka seperti orang- orang musyrik dan orang- orang kafir.

Pembahasan diatas dapat dibaca di buku- buku penjelasan pembatal- pembatal keislaman. Meskipun masih ada lagi kesyirikan ataupun hal- hal yang mebatalkan keislaman mereka, namun sepuluh hal tersebut adalah perkara- perkara yang biasa terjadi di masyarakat.

Mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan dapat mendatangkan bencana baik di dunia maupun akhirat, sementara mereka masih merasa bahwa mereka tidak melakukan dosa maupun maksiat.

Wallahu alam.

Oleh : Ust Abu Umair, BA., M. Pd.

About abuumair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

ISLAM PENGHAPUS DOSA

         Keyakinan memiliki pengaruh yang sangat ...