Home / BENGKEL HATI / RUMAH IDAMAN DUNIA DAN AKHERAT
Seminar Nasional Abu Umair

RUMAH IDAMAN DUNIA DAN AKHERAT

Rumah termasuk kebutuhan pokok bagi kita umat manusia. Di rumah itulah, kita bisa berteduh dari panas dan hujan. Di rumah itu pula, kita bisa menghabiskan sebagian waktu kita untuk melakukan berbagai hal-hal yang bermanfaat. Seperti halnya bersenda gurau bersama keluarga, beribadah kepada Allah, bahkan kita bisa melakukan sebagian pekerjaan di rumah. Tapi apa jadinya jikalau di dalam rumah kita tidak sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh agama kita? Padalah agama kita agama yang sempurna sesuai firman Allah,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“…Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu…” (QS. Al-Maidah : 3)

Akankah rumah kita terbebas dari setan dan makhluk-makhluk ghaib lainnya? Tidak ada yang menjamin tapi setidaknya kita bisa melakukan beberapa langkah untuk mengusirnya dari rumah kita.

A. Mengusir setan di rumah kita dengan cara membacakan surat Al-Baqarah. Sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Jangan jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu akan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim no. 780, dari Abu Hurairah –radhiyallahu’anhu-)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan sebab mengapa membaca surat Al-Baqarah dapat mengusir setan dari rumah,

“Setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah. Maksudnya adalah, jika anda membaca surat Al-Baqarah, maka setan akan lari keluar dari rumah anda dan tidak akan mendekat. Sebabnya, karena dalam surat Al-Baqarah terdapat ayat kursi, nama-nama Allah serta terkandung ayat-ayat yang dapat mengusir setan dan membekas pada diri mereka.” (Syarah Riyadhusshalihin 4/684).

B. Tindakan pencegahan supaya setan tidak masuk ke rumah kita.

Ada beberapa rutinitas yang layak kita laksanakan di rumah;

1. Baca doa ketika hendak masuk rumah

Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.” Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” (HR. Muslim no. 2018).

2. Baca doa ketika hendak menutup pintu

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu ketika beliau menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ –أَوْ أَمْسـيتُمْ– فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإنَّ الشيطَانَ يَنْتَشـر حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّهِ، فَإنَّ الشيطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَاباً مُغْلَقاً»

Jika masuk awal malam –atau beliau mengatakan: jika kalian memasuki waktu sore- maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. Jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup” (HR. Al-Bukhari no. 3304 dan Muslim no. 2012).

3. Baca doa ketika hendak keluar rumah

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya. (HR. Abu Daud no. 5095 dan Tirmidzi no. 3426, dari Anas bin Malik. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1605)

4. Rajin membaca Al Qur’an dan memperbanyak amal ibadah di rumah.

Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

اجعلوا في بيوتِكم من صلاتِكم، ولا تتَّخِذوها قبورًا

Jadikanlah rumah kalian sebagai tempat shalat kalian, jangan jadikan ia sebagai kuburan” (HR. Al Bukhari no. 432, 1187, Muslim no. 777) 

Hadits ini juga merupakan dalil bahwa yang afdhal itu seseorang shalat di rumahnya, maksudnya yaitu untuk seluruh shalat sunnah. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

أفضل صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة

shalat yang afdhal bagi seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat-shalat wajib” (HR. Al Bukhari no. 7290)

Kecuali shalat-shalat yang terdapat dalil dari syariat bahwa pelaksanaannya dilakukan di masjid, seperti shalat kusuf, shalat tawarih di bulan Ramadhan. Bahkan, walaupun berada di Mekkah atau Madinah, shalat sunnah di rumah tetap lebih afdhal berdasarkan keumuman hadits di atas. Dan Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam pun ketika mensabdakan demikian, beliau berada di Madinah.

(Majmu’ Fatawa war Rasail, 2/235, Asy Syamilah).

5. Baca doa ketika hendak makan 

Membaca basmalah ketika hendak makan membuat ciut setan yang ingin bergabung makan bersama kita. Karena bacaan basmalah tersebut menghalangi setan untuk masuk ikut makan bersama kita. 

Haditsnya sama seperti ketika hendak masuk rumah, tapi ada perkataan dari Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin “Jika seseorang menyebut nama Allah ketika memasuki rumah, namun tidak menyebutnya saat makan, maka setan akan berserikat dengannya saat makan. Jika seseorang menyebut nama Allah ketika makan, namun tidak saat memasuki rumahnya, maka setan akan berserikat dengannya di tempat bermalamnya. Sedangkan jika saat masuk rumah dan saat makan malam, ia menyebut nama Allah, maka setan akan menjauhi tempat bermalam dan jatah makannya. Wallahul muwaffiq.” (Syarh Riyadhis Sholihin, 4/191). 

6. Jangan pedulikan segala bentuk gangguan

Kalau kita merasa ada yang mengganggu, atau kita mendengar sesuatu, atau melihat sesuatu, janganlah kita mencarinya atau mengajaknya bicara. Tapi hendaknya kita memohon perlindungan kepada Allah dan berdoa kepada-Nya. 

Dari Abul Malih dari seseorang, dia berkata, “Aku pernah diboncengi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu tunggangan yang kami naiki tergelincir. Kemudian aku pun mengatakan, “Celakalah syaithan”. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyanggah ucapanku tadi,

لاَ تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولَ بِقُوَّتِى وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ

Janganlah engkau ucapkan ‘celakalah syaithan’, karena jika engkau mengucapkan demikian, setan akan semakin besar seperti rumah. Lalu setan pun dengan sombongnya mengatakan, ‘Itu semua terjadi karena kekuatanku’. Akan tetapi, yang tepat ucapkanlah “Bismillah”. Jika engkau mengatakan seperti ini, setan akan semakin kecil sampai-sampai dia akan seperti lalat.” (HR. Abu Daud no. 4982 dan Ahmad 5/95. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

7. Jauhkan rumah kita dari segala bentuk gambar yang bernyawa

Ternyata gambar-gambar makhluk yang bernyawa bisa membuat jin dan setan semakin betah di rumah kita.

 إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ

”Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa)” (HR. Bukhari 3224 dan Muslim no. 2106)

8. Jauhkan rumah kita dari suara-suara alat musik 

Karena musik haram, ia adalah hal yang disukai setan. Maka jikalau musik dihilangkan dari rumah kita setan pun akan meninggalkan rumah kita. 

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari, no. 5590) 

Allahu Ta’ala a’lam

 

Oleh : Ust. Abu Umair, BA., M. Pd.

About abuumair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

HATI DAN ILMU

Hati memiliki peran yang sangat besar dalam kesuksesan belajar ...