MUTIARA INDAH UNTUK GURU

Guru adalah ” Pahlawan Garda Terdepan dalam Dunia Pendidikan .” Mungkin setidaknya kita pernah mendengar ungkapan ” Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”  yang sering diucapkan pada saat-saat baik itu hari guru nasional maupun hari pendidikan nasional di negeri kita tercinta ini. Namun, rasa gelar ” Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”  saya saja belum cukup untuk diberikan kepada seseorang yang telah banyak melahirkan sosok-sosok besar bagi kemajuan bangsa Indonesia dan seseorang yang telah banyak berjasa dalam mewujudkan salah satu cita-cita bangsa Indonesia.

Maka dari itu memberikan gelar lagi kepada guru sebagai Pahlawan Garda Depan dalam Dunia Pendidikan bukanlah hal yang terlalu berlebihan apalagi sulit untuk diterima oleh kita mengingat perannya yang begitu penting dalam mengajar, mendidik, dan menegakkan amanat Tujuan Pendidikan Nasional.

Bagi saya, tidak semua guru dapat menyandang gelar yang telah disebutkan di atas. Karena kita semestinya harus objektif dalam menilai sesuatu. Bagi mereka yang memiliki keikhlasan, kesabaran, kepedulian, memiliki dedikasi yang tinggi untuk mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan dan sepenuh hati dalam mengajar dan membimbing peserta didik, adalah hak dari sebuah gelar yang kita sematkan kepada seorang guru.

Berikut guru sejati yang memiliki identitas dan integritas, bukan apa yang mereka dapatkan tetapi apa yang mereka berikan;

 1. Bersikap Sabar dan Lemah Lembut

Guru harus sabar dan lemah lembut dalam menghadapi peserta didik yang baru, karena mereka mungkin memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar yang baru.

Allah ta’ala berfirman;

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ  ۝١

 “Hai orang-orang yang beriman, mohon pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al Baqarah : 153)

فَإِنَّ الرِّفْقَ لَمْ يَكُنْ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ نُزِعَ مِنْ شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ شَانَهُ

 “Sesungguhnya kelembutan itu tidak ada pada sesuatu kecuali menghiasinya, dan kelembutan itu tidak terlepas dari sesuatu kecuali menghiasinya.” (HR. Muslim, no. 2594/6602.)

2. Memberikan Teladan yang Baik

Guru harus menjadi teladan dalam akhlak dan perilaku, karena peserta didik seringkali meniru sikap dan tindakan gurunya, ini nilai tertinggi dalam transfer ilmu kepada peserta didik, bagaimana peserta didik mendapatakan ilmu dan adab tanpa menyajikan kalam yang panjang.

Allah ta’ala berfirman;

قَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كثِيْرًاۗ

 “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al Ahzab : 21)

إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا

 “Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Bukhari 4/189 dan Muslim 4/1810)

 3. Membangun Komunikasi yang Baik dengan Orang Tua

Guru perlu menjalin hubungan yang baik dengan siswanya, berkomunikasi secara efektif mengenai perkembangan dan kebutuhan anak mereka.

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa:

وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا

“Berbuatlah baik kepada kedua orang tua.” (QS. An-Nisa : 36)

Nabi shollahu alaihi wassalam juga menjelaskan

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Baik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi 3895)

4. Mengembangkan Potensi Individu Peserta Didik

Guru mesti berusaha memahami keunikan dan potensi masing-masing peserta didik, serta mendorong mereka untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka. Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqoroh : 285)

Nabi juga pernah berkata: “Sesungguhnya Allah mengasihi apabila seseorang dari kamu melakukan pekerjaan, hendaklah ia melakukannya dengan sebaik-baiknya.” (HR. Baihaqi)

 5. Mengajarkan Adab dan Akhlak

Selain ilmu akademis, guru juga harus mengajarkan adab dan akhlak yang baik kepada peserta didik. Allah berfirman 

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (orang tua) dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’ (QS. Al Isro: 24)

Kombinasi antara keteladanan, kesabaran, komunikasi yang baik, fokus pada pengembangan individu, serta pengajaran adab dan akhlak yang baik akan membentuk lingkungan belajar yang positif. Hal ini tidak hanya mendukung perkembangan akademis peserta didik tetapi juga pertumbuhan spiritual dan moral mereka, sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam.

Wallahu ‘alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *