- Perintah Rasulullah ﷺ untuk Mengamati Hilal secara Langsung:
Rasulullah ﷺ bersabda: “صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته، فإن غم عليكم فأكملوا العدة ثلاثين” (رواه البخاري ومسلم).
Ini menunjukkan pentingnya mengamati hilal secara langsung. - Pengakuan Keterangan Mata sebagai Bukti:
Rasulullah ﷺ juga bersabda: “لا تصوموا حتى تروا الهلال، ولا تفطروا حتى تروه” (رواه مالك). Hal ini menegaskan pentingnya keterangan mata sebagai bukti dalam menentukan awal bulan. - Konsistensi dengan Al-Quran:
Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah (2:189): “يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ”
menekankan pentingnya bulan sebagai tanda waktu bagi manusia dan untuk ibadah haji. - Mencegah Keberadaan Syak (Keraguan):
Rukyah hilal langsung menghilangkan syak dan kontroversi, sementara hisab dapat menimbulkan keraguan dan perbedaan pendapat. - Mengikuti Tradisi Salafus Shalih:
Para sahabat dan generasi salafus shalih lebih memilih rukyah hilal daripada hisab sebagai metode penetapan awal bulan.
Referensi:
- صحيح البخاري، كتاب الصوم، رقم الحديث: 1909
- صحيح مسلم، كتاب الصوم، رقم الحديث: 1081
- الموطأ للإمام مالك، كتاب الصوم، رقم الحديث: 6
- تفسير ابن كثير، تفسير سورة البقرة، الآية: 189