Memilih rukyah atau hilal?

 

  1. Perintah Rasulullah ﷺ untuk Mengamati Hilal secara Langsung:
    Rasulullah ﷺ bersabda: “صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته، فإن غم عليكم فأكملوا العدة ثلاثين” (رواه البخاري ومسلم).
    Ini menunjukkan pentingnya mengamati hilal secara langsung.
  2. Pengakuan Keterangan Mata sebagai Bukti:
    Rasulullah ﷺ juga bersabda: “لا تصوموا حتى تروا الهلال، ولا تفطروا حتى تروه” (رواه مالك). Hal ini menegaskan pentingnya keterangan mata sebagai bukti dalam menentukan awal bulan.
  3. Konsistensi dengan Al-Quran:
    Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah (2:189): “يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ”
    menekankan pentingnya bulan sebagai tanda waktu bagi manusia dan untuk ibadah haji.
  4. Mencegah Keberadaan Syak (Keraguan):
    Rukyah hilal langsung menghilangkan syak dan kontroversi, sementara hisab dapat menimbulkan keraguan dan perbedaan pendapat.
  5. Mengikuti Tradisi Salafus Shalih:
    Para sahabat dan generasi salafus shalih lebih memilih rukyah hilal daripada hisab sebagai metode penetapan awal bulan.

Referensi:

  • صحيح البخاري، كتاب الصوم، رقم الحديث: 1909
  • صحيح مسلم، كتاب الصوم، رقم الحديث: 1081
  • الموطأ للإمام مالك، كتاب الصوم، رقم الحديث: 6
  • تفسير ابن كثير، تفسير سورة البقرة، الآية: 189

Check Also

Keluarga adalah Kekuatan

Keluarga bukan sekadar ikatan darah, tetapi juga tempat bertumbuhnya iman, karakter, dan ketenangan jiwa. Dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *